thanks gege :)

27 Dec

Annyeong maaf baru publish lagi, modem ku lagi rese jadi ketunda terus deh -_- mian ya 🙂

Happy reading, please enjoy 😉

*Minji POV*

Aku hanya bisa memandangimu dari kejauhan. Ya hanya itu yg bisa aku lakukan itu, aku takut untuk memulainya duluan….. Disini aku hanya berharap mimpi itu menjadi kenyataan.
“yaa! Minji-ah jangan melamun saja,kajja bantu aku mengerjakan ini” aku tersentak dari lamunanku, lalu ku tegur temanku yang satu ini, dia sangat bawel! “aish,selalu saja kau menggangu kesenanganku!”, “mwo?! Kesenangan macam apa itu? Kau senang menjadi secret admire? Memalukan. Lebih baik kau jujur saja dari sekarang nanti kau akan menyesal memendamnya terus” ceramahnya. “memang kenapa kalo aku senang memandanginya? Aku perempuan nyuk. Tak pantas rasanya memulai duluan,biarlah aku memendamnya karena hanya aku yg merasakan” jelasku, hyukkie hanya menggelengkan kepala. “aku itu lebih baik dari kamu,mempunyai kesenangan yg jelas dari pada kamu hobbinya yadong! Bertobatlah hyukkie ha ha ha” ledekku puas. Hyukkie hanya mencibir mendengar ledekaku. Annyeong aku Lee Minji aku ber sekolah di Kagnam Senior High School aku sekarang duduk di kelas 2 sma, tadi adalah Lee Hyuk Jae teman ku dari sejak kecil, aku biasanya memanggilnya hyukkie ha ha itu adalah panggilan kecilnya. Sekarang aku sedang menyukai sunbaeku dia adalah Henry Lau namja keturunan China dan Amerika yang sekarang menetap di Korea, dia murid pindahan dari China, kudengan dia dan keluarganya pindah karena appanya di pindahkan tugas ke Seoul.Memang   dia anak baru di sekolah ku namun entah mengapa aku langsung menyukainya,walau pun banyak sunbae ku yang tampan entah mengapa mereka semua tak menarik perhatianku. Dari kejauhan aku melihat hyuna berlari kearah ku..

“ minji-ah aku harus ikut aku” dan ia menarik tanganku paksa. Aku berusaha melepasnya namun hasilnya nihil tangannya terlalu kuat-.-‘

“yaa! Hyuna, lepaskan tanganku sakit!” bentakku

“aissh kau ini, tenanglah dulu aku ingin membawamu sebentar!” ia pun membentakku tak kalah galak, yaa aku bodoh melawannya =,=

“okeey, kita sudah sampai hehe”

“mwo kenapa kau membawaku ke sini? Memang ada pertandingan apa?” kataku ingin tau,

“tunggu sebentar disini aku ingin memanggil Minho oppa,jangan kemana mana. Arraseo?!” hyuna memperingatiku.

“ne…arraso” jawabku pasrah. Tak lama kemudian datanglah Hyuna dangan Minho oppa dan…. Omona???? Siapa itu apa aku tak salah lihat? Itukan…. Henry sunbae. Dengan cepat aku memalingkan mukaku dan beranjak pergi namun sia sia Hyuna sudah mencegahku duluan tanganya menggegam tanganku “mau kemana kau, kan sudah ku katakan jangan pergi kemana mana” jelasnya, aku hanya bisa tersenyum masam.

“gege Henry kenalkan ini Lee Minji temanku dia adalah salah satu penggemarmu hihi”, aisssh apa apaan Hyuna?! Kenapa dia tak bilang mau mengenalkan aku dengan Hendry sunbae.

“ah,jinjja? Hahaha ternyata aku terkenal juga ya” katanya sambil tertawa

“yaa! Jangan sombong dulu aku lebih terkenal dari pada kamu Henry-ah” Minho oppa tak mau kalah

“oh ya? Kalau begitu mana penggemarmu? Tak adakan itu membuktikan bahwa aku lebih terkenal dari pada kau!” . satu jitakkan langsung menjurus kekepala Henry sunbae dari Minho oppa

“aissh, sudah jangan bertegkar aku kesini bukan untk melihat kalian bertengkar! Aku kesini untuk menggenalkan temanku pada gege Henry. Arraseo?!” bentak Hyuna pada kedua namja ini seketika itu juga mereka diam, haha lucu sekali mereka ^^

“ah~arra…arra, jadi kau? Oh ya siapa nama mu?”tanya Henry sunbae pada ku. Akh! Aku gugup,ottokeh?

“hmm…Lee Minji imnida” kataku membungkukkan badanku. Yah mungkin sekarang wajahku sudah seperti udang rebus.

“oh, aku Henry lau. Nice to meet you” katanya ramah dengan senyum manisnya, ah gege kyeopta . tiba tiba hanphone Minho oppa berdering . “yeobaseo? Ah ne..,tunggu aku dan Henry disana sebentar lagi kami datang” Minho oppa berbicara dengan orang di seberang sana, sepertinya penting. Pikirku.

“sudah selesaikan berkenalannya? Aku dan Henry pergi duluan ya kami sudah di tunggu team basket, kami akan bertanding melawan SMA Hongi, doakan kami”

“ah…ne  Minho oppa,hwaiting. Kau juga Henry sunbae hwaiting^^”

“kamsahamnida Minji-ah, oya nanti kau pulang dengan Minji saja Hyuna aku dan Henry akan pulanh malam dan jangan lupa bilang eomma aku tak makan malam dirumah” jelas Minho oppa pada Hyuna, yah Hyuna adalah adik kandung Minho oppa beruntung sekali dia memiliki oppa setampan Minho oppa, tapi aku sering sekali melihat mereka bertengkar, entah apa yang mereka permasalahkan.

“ne…arra,”Hyuna menjawab singkat. “baiklah hati hati ya kalian” pesan Minho oppa pada kami

“arraso..” jawab Hyuna dan aku serempak, Henry sunbae pun tertawa melihat aku dan Hyuna seperti anak kembar, lucu sekali dia ketika sedang tertawa lepas. “kami pergi dulu, annyeong” pamit Minho oppa dan Henry sunbae, aku tersenyum pada Henry sunbae dan ia pun membalasnya, aigooo thanks God.

“Hyuna….gomawo sudah mengenalkan aku pada Henry sunbae, tapi kenapa kau terlalu jujur mengatakan kalau aku adalah penggemar beratnya?!”

“memangnya kenapa? Yang penting sekarang kau senangkan? Sudah tak penasaran lagi kan?”dan nyatanya kau memang mengagumi dia, iyakan?

“ne..ne.. memang seperti itu tapi kau membuatku malu tau!” kesalku padanya

“hahaha,malu malu tapi mau juga huh!” gerutu Hyuna, “sudah kau tenang saja aku dan oppa ku akan berusaha mendekatkanmu dengan gege Henry” tambahnya

“apa maksudmu? Sungguh aku tak mengerti” kataku bingung

“aissh,jangan pura pura bodoh Minji-ah, kau pasti ingin lebih dekat denganya kan? Aku dan oppa ku sedang berusaha mendekatkan kau dengannya, jadi tenang saja kau pasti akan dekat denganya” Hyuna pun tersenyum puas. Aku hanya bisa menatap bingung kearah Hyuna, masih belum bisa mencerna kata katanya. “yaa! Kenapa kau masih melamun? Kajja kita ke kelas sepertinya sudah ada Kim songsaemin, kau tau kan dia…..hiii” , “ne..arra” jawabkku singkat, kami pun kembali kekelas.

Ring ding dong….

Bel pulang berbunyi aku dan Hyuna keluar kelas dan beranjak ke halte bus, tapi di tengah jalan Hyuna tiba tiba bicara padaku “Minji-ah, bagaimana kalau kita melihat oppa ku dan gege henry bertanding basket? Aku ingin melihat Junho sunbae bermain basket…” tawarnya padaku

“yah,aku cape Hyu, aku ingin plang lagi pula besok kita test lisan Lee songsaemin kan, aku ingin belajar dirumah” tolakku halus

“ah, kau ini teman macam apa itu, sudah tenang saja kau kan sudah jenius jadi hanya baca sedikit pasti kau sudah mengerti.ayoolah temani aku disana kau juga bisa melihat gege Henry bermain basket. Ya ya ayoolah” rengekny padaku. Dia memang tau kelemahanku. Aku paling tidak bisa melihat orang merengek minta tolong padaku.

“ne..baiklah, kau yang memaksa.kalau nilaiku jelek ini karenamu ya?” tegasku padanya

“ne…arraseo”  mengedipkan salah satu matanya, aku hany bisa pasrah kalau sahabatku yang satunini sudah berubah menjadi evil. Setibanya kami di stadion Hyuna langsung menelfon Minho oppa, “yeobaseo,oppa!” kau ada dimana? Aku dan Minji datang untuk menonton team basketmu, ah~tenang saja aku sudah bilang pada eomma” jelas Hyuna pada oppanya, “ah jebbal oppa, aku ingin melihat junho oppa” rengek Hyuna. Aku bisa menebak pasti Minho oppa tak tega mendengar dongsae kesayangannya ini merengek seperti itu, “ne.. gomawo oppa hehe” hah benar apa dugaan ku! “Minji –ah ppalli kita ke sana, kata Minho oppa mereka ada di ruang ganti, kita harus segera kesana!” perintah Hyuna aku hanya menganggukan kepalaku.

*Author POV*

Didalam ruang ganti berkumpullah para anggota team basket dari SMA Kagnam, mereka sedang siap siap mengahadapi lawannya SMA Hongi.

“Minho-ah siapa tadi yang menelfonmu? Pasti dongsaemu ya?” tanya Junho pada Minho

“ye, memang dia yang kadang selalu menggangu pekerjaanku namun aku tak akan bisa marah padanya”

“memang tadi dia berbuat apalagi? Tanya Henry yang tiba tiba duduk di samping Minho dan menyodorkan sebotol air mineral.

“dia bilang dia sedang ada di sini dia iangin menontonmu Junho-ssi”  ungkap Minho dan meneguk air yang diberikan Henry padanya.

“mwo? Jinjjayo? Kau tak bercandakan?” tanya Junho tak percaya

“yah, Junho kau ini aku kan sudah bilang dongsaeku itu menyukaimu” jelas Minho yang sekarang beranjak dari tempat duduknya.

“ayo cepat pertandingan kedua sudah di mulai” teriak sang manager pada para anggota

“ne…” jawab mereka serempak. Tiba tiba datang Hyuna dan Minji.

“ah, kau tunggu di sini saja Hyuna-ah pertandingan sudah ingin di mulai kalau kau ingin melihat duduk lah disana” menujuk ke arah bangku penonton khusus

“ne.. baiklah oppa” jawab Hyuna, Minji hanya mengikutinya

Pertandingan dimenangakan oleh SMA Kagnam dengan score nilai 82-80.

“oppa!” panggil Hyuna

“ah,kau kukitra kau sudah pulang duluan” orang yang Hyuna panggil menjawab

“yaa,bagaimana aku bisa pulang? Aku tak punya uang ,lagi untuk membeli tiket bus” Hyuna menjawab dengan nada memelas

“itu salamu, kenapa kau kesini hanya untuk menonton dia” Minho menunjuk ke arah Junho,sontak orang yang di tunjuk menoleh ke arah Minho dan Hyuna.

“wae?” tanya Junho

“anniyo, hanya adikku…..hmmptt humppt” sebelum Minho berbicara banyak Hyuna sudah membekam mulut Minho.

“ah, anni oppa aku hanya ingin memberikan selamat pada kalian” elak Hyuna dan melepaskan bekaman nya dari mulut Minho. Junho menghampiri Hyuna dan berkata “gomawo Hyuna kau sudah menonton kami” Junho tersenyum dan itu membuat matanya menyipit hampir membuat Hyuna pingsan. Hyuna tak sanggup menatapJunho ia hanya bisa menunduk merasakan pipinya yag sudah seperti kepiting rebus, Minji ynag melihatnya hanya bisa cekikikan.

“hemm oppa, aku ingin ke toilet sebentar. Tunggu aku kalau kau ingin pulang, Minji-ah ppalli!” Hyuna dan Minji pun bergegas pergi ke toilet.

“huaaaa!! Minji-ah kau tau apa yang aku rasakan? “

“arraseo.. seperti aku tadi bukan ketika bertemu Henry sunbae?” tebak Minji

“ah! You right.. senangnya” Hyuna berputar putar mengelilingi Minji

“yaa.. sudah Hyuna cukup nanti saja lagi kau bersenang senag di kamarmu, tak enak disini tempat umum” Minji memberi tahu namun sepertinya Hyuna masih terbayang bayang apa yang sedang di alaminya tadi. Tiba tiba handphone Hyuna berdering dan itu berhasil membuat Hyuna terbangun dari khayalannya

“yeobaseo” jawab Hyuna

“aiss tunggu aku jangan pulang dulu,ne aku segera kesana” Hyuna menarik Minji dan keluar dari toilet, “kajja Minji Minho oppa menunggu kita” Minji  pun  mengikuti Hyuna dari belakang

~~

“yaa! Dari mana sja kau?” tanya Minho pada dongsaenya itu

“aku dari toilet oppa” jawab Hyuna dengan wajah polosnya

“oh, baiklah… ayo kita pulang eomma sudah menelfonku tadi” menarik tangan Hyuna

“tunggu, bagaimana dengan Minji? Tak mungkin kan dia pulang sendirian?” Hyuna melirik kearah Minji sedangkan Minji hanya tenang tenang saja

“aisssh, aku lupa. Kalau begitu Minji kau diantar henry saja ya? Henry-ah kau maukan mengantar Minji? Tawar Minho pada Henry, sedangkan orang yang ditanyakan hanya mengganguk saja.

“ah, tak perlu aku bisa pulang sendiri” tolak Minji lembut

“ah, bukan kah kau tak punya uang lagi untuk membeli tiket bus Minji-ah? “ jelas Hyuna

“anni, aku masih punya” jawab Minji

“yaa! Sudahlah kalian, Minji-ah biar aku yang mengantarmu tak perlu sungkan”  Henry sekarang angkat bicara

“hmmm” belum selesai Minji menjawab Hyuna sudah terlebih dahulu menjawab,” dengar itu Minji? Yak perlu sungkan, gege henry sudah baik padamu jangan di abaikan” . Minji tak bisa menolak lagi, akhirnya iya mengiyakan tawaran Minho.

“baiklah, kami pulang duluan ya, annyeong” pamit Minho. “ne… kami duluan, gege jaga Minji ya” sambung Hyuna. Henry hanya terseyum.

*POV END*

*Minji POV*

Hyaaaaa aku tak menyangka, aku akan diantar pulang oleh Henry sunbae? Omona apa kau sedang bermimpi sekarang? Mana mungkin se orang Henry yang baru 5 jam yang lalu berkenalan dengan ku sekarang ingin mengantarku? Aku masih tak percaya.

“Minji-ssi , apa kau mau menungguku sekitar 5menit lagi? Aku ingin membereskan barangku dahulu?” , “ ne.. sunbae aku akan menunggumu” jawabku. Ia pun tersenyum padaku, ah aku tak kuat menahan pesona senyumannya itu.

*5menit kemudian*

Setelah aku menunggunya selama 5 menit, akhirnya dia selesai membereskan barang barangnya. “Minji-ssi maaf membuatmu menunggu lama” ucap henry sunba padaku. “ah, gwecana sunbae, ini tak lama” aku terpaksa tersenyum untu menutupi rasa gugupku. “kajja sebentar lagi hari sudah gelap” iya mengajakku. Tetapi ….” oya tunggu jangan panggil aku sunbae itu terlalu formal, panggil saja aku geg atau oppa, agar terdengar santai” ucapnya. Aku hayny bisa menganggukkan kepalaku.

Di perjalanan kami hanya diam tak ada yang memulai berbicara duluan. Sampai dirumahku aku turun dari motor gege Henry dan tak lupa mengucapkan terima kasih padanya. “kamsahamnida gege” dan membungkukkan badan, “U’r welcome” tersenyum (lagi). Lalu aku masuk ke rumahku tetapi gege Henry tiba tiba mencegahku “tunggu” cagahnya “ah..ne? waeyo?” tanyaku, “ anniyo aku hanya ingin menawarkan mu, apa kau besok mau ku jemput? Kita akan berangkat sekolah bersama”  tawarnya padaku, aku sangat kaget mendengar tawarannya. Sungguh aku tak percaya apa yang ia katakan bayangkan saja aku baru mengenalnya namun ini seperti mimpi, sulitku percaya! Tak sadar aku hanya melamun dan ia menyadarkanku dari lamunanku,” ya? Minji-ah? Gwecana?” tanyanya, aku hanya bisa mengangguk. “ jadi bagaimana kau mau kan?” tanyanya lagi, kali ini aku langsung mengiyakan tawaranya “ne.. aku mau” kataku, ia melayangkan senyum yang selalu membuatku tak bisa bergerak. “oke baiklah aku akan menjemputmu besok, good night Minji, see you tomorrow” ia langsung pergi dari hadapanku.

“aku pulang” seruku memberitahu penghuni rumah dan langsung berlari ke kamarku, “selamat datang sayang, cepat mandi ya ibu sudah menyiapkan makanan untuk kita makan malam bersama” eomma ku memberitahuku. Sejam kemudian aku saudah siap untuk makan malam bersama keluargaku,aku memang hanya putri tunggal namun aku tak suka diperlakukan secara berbeda. Appa eomma dan aku makan bersama di meja makan, namun di tengah tengah makan malam eommaku bertanya sesuatu “Minji-ah, tadi sepertinya kau pulang tak sendirian? Sepertinya ada yang mengantarmu, siapa dia nak?” Tanya eomma seperti mengintrogasiku. Karena gugup aku menjawab dengan terbata bata “a…aku bersama su…sunbaeku eomma” seulas senyum terpaksa aku ciptakan,”ohya? Baik sekali sunbaemu itu? lalunkenapa kau tak pulang bersama Hyuna?” eomma mulai cerewet aku hanya bisa memutar mataku, kulihat appa hanya tersenyum seperti isyarat ‘ladeni saja ibumu’, aku menghelanafas , “tadi Hyuna pulang bersama oppanya katanya ada acara medadak” jawabku ingkat eomma hanya mengangguk mengerti, aku bernafas lega sekarang. Makan malam selesai aku kembali lagi kekamarku, aku ingin menyesaikan tugas yang kemarin belum ku selesaikan,. Tak lama kemudian handphoneku berbunyi menandakan ada pesan masuk, kuraih handphoneku dn mulai membaca isi pesan itu “aku tak mengenal siapa pengirimnya” gumamku . aneh pikirku, aku membalas pesannya lalu kembali mengerjakan tugasku, tak lama kemudian handphineku berbunyi kembali dan setelah aku membacanya betapa terkejutnya aku ternyata yag mengirimkan psan itu adalah gege Henry! OMO, tapi dari mana dia tau nomerku? Aku memutar otakku, tapi hasilnya nihil aku takbisa menebak siapa yang memberikan nomerku, mungkin ini faktor karena aku terlalu bahagia bisa berkomunikasi dengan dia 😀

Esok agi aku berangkat sekolah bersama gege Henry kali ini kami tak banyak diam dia selalu bertanya di sempanjang jalan kami kesekolah. Sampai di sekolah aku bergegas segera ke kelasku, di kelas Hyuna sudah datang dan ia sedang bercanda gurau bersama Hyukkie, “ah kau Minji-ah, tumben sekali kau datang pagi” tegur Hyukkie,”mwo? Memang kenapa kalau aku datang pagi? Kau tak suka?” tanyaku sedikit membentak ,” aishh apa apaan kalian pagi pagi sudah bertengkar, tak berguna” Hyuna melerai aku dan Hyukkie, kami pun sama sam diam lalu Hyuna tertawa terbahak bahak. “yaaa! Kanapa kau tertawa? Tak ada yang lucu” hardik Hyukkie,  “anni, kalian lucu seperti anjing dan kucing selalu saja bertengkar tapi kadang seperti adik dan kaka sangat dekat kalian aneh” ucap Hyuna dan itu membuat Hyukki da Minji tertunduk malu.

“oya Minji-ah sepertinyatadi kau tidak berangkat bersama ayahmu ya? Benar tidak?” tebak Hyuna

“ah… an… iya aku tidak bersamanya” ucapku agak gugup

“lalau bersama siapa kau berangkat?” tanya Hyuna lagi, aissh Hyuna aku paling jengkel kalau penyakit ingin tahunya sedang tinggi. “tadi aku bersama……” , aku membuat penasaran Hyuna, “bersama siapa?” Hyuna semakin mendekat, “bersama gege…..” ucapku sebelum ia berteriak aku langsung membawanya pergi kekantin, “jangan shock disini” ingatku pada Hyuna. Dan apa yang ku perkirakan benar di kantin Hyuna langsung menyerbu denagn berbagai pertanyaan, tentang ini dan itu aku hanya bisa sabar menjawab pertanyaannya,

“aha, akhirnya aku dan oppa berhasil, pantas saja semalam, ia meminta nomermu ternyata…” Hyuna mengedipkan matanya

“yaaa! Jadi aku yang memberikan nomer handphoneku? Aisssh dasar sahabat pabo!” hardikku padanya, ajdi ternyata dia yang membuat jantung ku semalam ingin copot? Aiss dasar awas saja kau!

“yaa, tapi kau senangkan? Iyakan? Ayo jangan munafik Minji-ah”

“ya, memang tapi kanapa kau tak meminta izin padaku terlebih dahulu?”

“untuk apa? Nanti kau malah menggagalkan rencanaku lagi ha ha” jelas Hyuna. “oh ya nanti malam ada pesta ulang tahun Junho oppa, kau ikut ya menemaniku Minho oppa bersama gege Henry sedangkan aku tak ada yang menemani” ajak Hyuna, aku langsung mengiyakannya, entah mengapa seperti itu biasanya aku menolaknya namun di akhirnya aku menerimanya =,=

“jinjja? Ah Minji gomawo aku memang sahabat ku hari ini” ucap Hyuna dan memelukku, tapi tunggu apa maksudnya aku sahabatnya hari ini?

“ya, jadi aku hanya sahabatmu hari ini? Lalu kemarin-kemarin kita ini apa?” tanyaku

“aha, anniyo maksudku setiap saat diaman aku senang dan susah” alibinya, aku hanya mengembungkan pipiku dan Hyuna mencubitnya lalu kami tertawa bersama J

*author POV*

Malam harinya Minji sudah siap dengan dress coklat dan flat shoes juga untuk memaniskan penampilannya malam ini, appa da eomma yang melihatnya langsung berdecak kagum melihat penampilan puri unggalnya saat ini, Minji segera berpamitan kepada kedua orang tuanya

“umma, appa aku berangkat dulu ya”

“ne… hati hati nak” pesan eomma pada Minji. Di luar rumah minji Hyuna juga sudah siap dengan dress merah maron dan heels yang membuatnya sangat berbeda. Maraka berangkat memakai taxi menuju rumah Junho. Sesampainya disana Hyuna dan Minji langsung disambut oleh Minho dan Henry

“kenapa kalian terlambat?” tanya minho pada keduanya

“mian oppa tadi aku harus mencari sepatuku yang sebelah ini he he” ucap Hyuna polos Henry yang mendengarnya langsung terkekeh begitu juga Minji. Tanpa Minji sadari Henry memperhatika Minji sejak ia turun dari taxi

“ppalli kita sudah di tunggu Junho didalam apa lagi dia sangat di tunggu”  Minho menunjuk Hyuna seketika pipi Hyuna memerah. Pesta itu berlangsung sangat meriah banyak anak anak yang datang, dan sekarang adalah acara yang paling di tunggu yaitu dansa bersama pasangan Hyuna dan Minji sangat ingin berdansa namun mereka tidak memiliki pasangan untuk berdansa. Tiba tiba junho menghampiri mereka berdua dan menawarkan Hyuna untuk berdansa bersama, dengan  terpaksa Hyuna meninggalkan Minji sendirian, tapi sebelum Minji mati kebosanan hnery dengan tiba tiba datang dan mengajak Minji berbicara,

“hey,kenapa kau sendirian? Tanya henry

“anniyo aku sedangmenunggu Hyuna berdansa” jawab Minji tanpa memlingkan wajahnya dari kerumunan orang yang sedang berdansa

“kenapa kau tak ikut berdansa bersama?” tanya henry lagi namun pertanyaan ini berhasil membuat Minji menatap Henry.

“ya, gege apa kamu tak melihatnya? Mereka semua mempunyai pasanagn  dansa sedangkan aku tidak” jelasa Minji, henry hanya terkekeh dan langsung menarik tangan Minji dan membawanya ke lantai dansa. “sekarang aku punya pasangan dansa kan?” Henry mengerlingkan matanya, ia mearik pinggang Minji dan itu membuat pipi Minji memanas, Minji pun menunduk agar Henry tak melihat wajahnya yang seperti udang rebus. Di tengah tengah dansa mereka Henry membisikkan sesuatu di telinga Minji, “kau sangat cantik malam ini” betapa kagetnya Minji mendengar Henry berbicara seperti itu, ia pun diam tak bergerak seperti patung. Henry pun menarik tangan Minji dan berkata “ ikut aku sekarang” tanpa menjawab apa pa Minji pun mengikuti Henry.

Sampai ditempat itu Henry melepaskan tangan Minji dan berjalan menuju balkon mengambil seuatu yang Minji tak tahu. Minji mentap semua ingin dengan tatapan ‘apa maksud semua ini’ .  Henry menatap Minji dan terseyum lalu menggenggam tangan Minji dan berkata “ Minji-ssi I Love You, maaf aku mengatakannya lebih cepat” Minji sedikit bingun dan kaget apa yang di katakan Henry tadi, ia melapaskan genggaman Henry dan berkata “ maksud gege?” , tanpa basi basi Henry berlutut di bawah dan berkata “I Love You Minji, would you be my girlfriend?”  kali ini Minji diam tertegung mendengar kata kata Henry, ia pun tertunduk dan merasakan pipinya yang basah karena air matanya yang turun dengan tiba tiba. Hnery yang melihat Minji sperti itu langsung memeluk Minji dan mengelus rambut Minji “mianhae” ucap Henry dan mengeratkan pelukannya. Beberapa saat kemudian Minji yang sudah puas menangis di dalam pelukan Henry berkata “ minhae aku menangis, aku hanya menangis karena senang” , Henry yang mendengarnya tersenyum lalu bertanya “jadi apa jawabanmu?”, Minji sedikit melonggarkan pelukannya dan berkata “yes, i do gege”  ucapnya. Henry pun memeluknya lagi dan kali ini ia mencium kening Minji yang sudah resmi menjadi kekasihnya itu.

Esoknya Minji dan Hyuna sama sama senang dan mereka masing masing menceritakan apa yang mereka lakukan di pesta, dan ternyata Hyuna pun sudah resmi menjadi kekasih Junho. Minji sangat berterima kasih pada Hyuna dan Mnho oppa karena mereka sekarang Minji bisa bersama Henry dan  Minji juga berterimakasih kepada Henry karena sudah mewujudkan mimpinya

alhamdulillah, selesai mianhaeyo jeomal minhaeyo kalo ffnya ga jelas dan susah ditebak alur ceritanya hehe, maaf juga kalo masih typo hehe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: