mianhae oppa aku mencintainya~ part 1

13 Dec

Nina POV

Aku tertegun memandang ke sekelilingku. “omona… aku sama sekali tidak mengenali tempat ini. Huaaa oppa tolong aku!”. Aku mulai merengek sendiri sambil menyusuri jalan yang sepi ini. “oppa mianhae, tolong aku oppa. Aku sangat takut. Minnie aku takut sendiri”. Akhirnya tangisku pun meledak saat aku sedang terduduk di bawah sebuah pohon besar yang daunnya sedang berguguran.

Yah, namaku Nina. Aku sekarang sedang tersesat entah dimana dan sendirian tanpa ke 3 oppadeulku dan adik kembarku. Ini semua karena Kyu yang dari pagi tadi terus saja menempel padaku dan itu membuat para yeoja yang menyukainya marah padaku dan sontak membuatku panik hingga aku tidak sadar menaiki bus yang tujuannya pun aku tidak tahu sama sekali. Dan yang sangat mengenaskan adalah hp dan dompetku ku diambil oleh para yeoja yang menyerangku tadi. “aish, ini semua karena kelakuan upnormal si Kyu. Yak! Kyu pabo.” Aku meruntuki sendiri nasib sialku ini.

Kyu POV

“yobseo, ne hyung. Arasso, aku akan pulang bersamanya. Tenang saja, kami tidak akan bertengkar. Ne, anyeong hyung,” aku segera mencari si bocah rese Nina setelah sebelumnya aku memutus hubungan telfonku dengan Jongsoo hyung,kakaknya. “aish, anak kecil merepotkan ini selalu saja menyusahkan ku,” gerutuku. “ah Yoona, mian aku harus segera mencari Nina dan segera pulang. Dah!”, aku segera berbalik dan pergi tanpa memperdulikan omongannya. “hya oppa, tapi kita baru saja bertemu. Kenapa kau langsung pergi? Nina kan punya banyak oppa, biarkan oppanya sajalah yang mencarinnya,” omel Yonna tanpa ku respon sama sekali.

“ah kemana perginya sih anak kecil satu itu? Padahal dari pagi sampai siang tadi dia selalu di sebelahku”,  aku terus mencari ke seluruh penjuru fakultasnya, tapi dia sama sekali tidak terlihat dimanapun. Anak ini selalu saja susah di temukan, padahal tadi pagi aku sudah berhasil membuatnya tetap di sampingku sampai akhirnya dia kabur dengan alasan takut dengan para yeoja penggemarku. “ah, pasti ia ada di gedung samping, di balkon pojok dekat tangga belakang gedung itu.” Aku mencoba menebak dimana anak itu sekarang dan segera menuju tempat itu. Tapi nihil, Nina tidak ada di sana. “ah, kenapa dia tidak mau menjawab telfonku?”, aku berusaha mencobanya lagi. “ah akhirnya, hey yeoja pabo! Diaman kau sekarang? Sangat menyusahkanku saja kau ini. Ah? Icha, mian. Mana Nina? Mwouya? Aish, arasso.” Ah, aku tahu. Aku pun segera pergi ke gedung fakultas art.

Icha POV

“ah akhirnya, hey yeoja pabo! Diaman kau sekarang? Sangat menyusahkanku saja kau ini.” Terdengar Kyu langsung mengomel dengan heboh lewat hp. “sunbae, ini aku Icha. Nina tadi dikejar sama para fans mu yang kampungan itu. Dan hp nya di buang di sembarang tempat, aku baru saja menemukan hpnya. Tapi sekarang Nina hilang, salah satu siswa Art bilang kalau Nina terburu-buru memasuki sebuah bus. Ah, ini semua karenamu, Sunbae!,” ucapku dengan nada tinggi. “Ah? Icha, mian. Mwouya? Aish, arasso.” Dengan seenaknya dia langsung memutuskan hubungan telfon kami. “aish, orang itu memang benar-benar keterlaluan. Pantas saja Nina selalu bertengkar dengannya. Menyusahkan saja.” Omelku sendiri.

Annyeong! Aku Icha, yah aku adalah salah satu sahabat Nina sejak taman kanak-kanak bersama Dania. Kami tumbuh dewasa bersama. Oh ya, dan juga bersama Jungsoo oppa, Donghae oppa, Hyuk Jae oppa. Mereka semua adalah oppadeul dari Nina. Nina juga mempunya seorang adik kembar bernama Sungmin yang biasa dipanggil Minnie. Mereka hanya berbeda umur 10 menit saja. Dan orang yang tadi menelfon ke hp Nina adalah Kyuhyun sanbae. Dia adalah seniorku sejak sekolah dasar sampai di Universitas. Kyu sunbae adalah tetangga Nina, dia seumuran dengan Donghae oppa. Kyu sanbae dan Nina jarang sekali akur, mereka selalu saja meributkan banyak hal. Mulai dari hal sepele sampai hal-hal yang selalu mereka besar-besarkan sendiri. Dan 1 sabahat lagi benama Dania, dia mungkin calon yeojachingu dari Donghae oppa,kami bertiga selalu bersama di banyak kesempatan.

Nina Pov

Aku kembali berjalan menyusuri jalan ini dengan harapan mendapatkan pertolongan dan segera pulang dan membalas perbuatan si Kyu. “ah, omo! Aku selamat. Thanks God.” Aku melompat lompat senang saat akhirnya aku menemukan sebuah  telpon umum. Aku segera mengeluarkan sisa uang receh yang kupunya. Aku segera menelfon oppadeulku. “ah akhirnya ada yang mengangkat telfonku. Yobseo Hyuk Jae oppa, oppa tolong aku oppa. Eh? Yobseo? Oppa? Kenapa sangat berisik? Hya oppa?,” tutttt~ tutt~. Hya… oppa pabo. Dia pasti sedang sibuk dengan para yeojanya sampai sangat berisik begitu. Huaaaa hanya Hyuk Jae oppa yang mengangkat telfonku, Minnie pun tidak mengangkat telfonku. Ah, aku terpaksa menelfon Kyu. “ini uang terakhirku.” Gumamku. Tapi sial uang itu keburu termakan oleh mesin telfon sebelum aku sempat menelfon Kyu.

“hua oppa, bagaimana ini?”, aku menangis terduduk sambil memegang kedua kakiku. Langit sudah berubah menjadi gelap dan cuaca sangat dinginpun mulai menyeruak ke dalam box telfon umum dan mulai menggigit tulang-tulangku. Pantas saja sejak sore tadi tidak ada orang yang lalu lalang. Ini mulai memasuki musim dingin, pasti orang orang sibuk menghangatkan diri mereka di dalam rumah. “ah gawat, salju mulai turun. Aish, mengapa salju salju itu sudah turun di awal musim dingin seperti ini? Dan pakaianku sangat tidak cocok. Sial sekali aku ini.” Aku kembali memeluk diriku sendiri. Aku hanya mengenakan sebuah dress selutut berwarna hijau cerah tanpa lengan yang sangat membuatku tersiksa di keadaan seperti ini.

Kyu POV

Aku segera memacu mobilku dijalur bis yang dinaiki Nina setelah aku menanyakan orang-orang di fakultas Art dan segera memberitahu keluarga Nina. Ah lebih tepatnya memberitahu para saudara laki-lakinya, karena mereka tinggal hanya ber5 setealah kedua orang tua mereka meninggal karena sebuah kecelakaan pesawat “argh… dasar yeoja-yeoja kampungan. Buat apa mereka melakukan hal yang sangat tidak perlu seperti itu?. Sangat menyusahkanku saja.” Omelku sambil membanting stir. Mobilku mulai memasuku daerah yang indah tetapi sangat sepi. Telfon umum saja susah ditemukan dan salju mulai turun. “gawat, sepi sekali  ini. Nina kan takut tempat gelap dan sepi, dan cuacanya sangat tidak mendukung.”

Aku mulai memperlambat laju mobilku saat terlihat sebuah telfon umum. Tidak tahu mangapa aku memdadak memperlambat laju mobilku dan menegok ke arah telfon umum. Dan seberapa kagetnya saat aku menemukan seorang yeoja dengan dress hijau cerah sedang terduduk sambil memeluk dirinya sendiri dengan tubuh mengggil dan menundukan wajahnya.

Author POV

Kyu segera turun dari mobilnya dan berlari kearah telfon umum. Saat membuka pintu box telfon umum, ia terhenyak melihat keadaan Nina. “sama seperti dulu,” gumam Kyu tidak jelas. Kyu segera memegang kedua bahu Nina dan kemudian menaikkan wajah Nina yang tertunduk. Ternyata Nina sedang menangis.

Nina melihat kearah orang yang mengangkat wajahnya “Kyu,” gumam Nina lemah

“aish, tubuhmu dingin sekali.” Ucap Kyu panik dan segera melepas jaket kulitnya dan lalu memakaikannya pada Nina. “Nina, Gwenchana?”, tanya Kyu sambil berusaha memeluk tuubuh Nina yang sangat dingin.

Kyu mulai menaikkan tubuh Nina dan menggendongnya, “Kyu, dingin,” gumam Nina sambil mempererat pelukannya kepada Kyu.

Di luar sudah mulai badai salju. Kyu segera menaruh tubuh Nina di bangku belakang. Ia pun segera berari ke arah bagasi mobilnya dan mengambil sebuah celana traing panjang serta sebuah jaket tebal. Kyu segera memakaikan celana panjang yang diambilnya ke tubuh Nina dan melepas jaket coklatya yang tadi di pakai Nina dan memasangkan jaket yang baru saja diambilnya.

“hm bukankah ada selimu disini?”, Kyu berbicara sendiri sambil mencari-cari selimutnya. “ah, selimutnya kan sudah kupindahkan ke mobil yang satunya.” Geram Kyu yang tidak menemukan selimutnya.

Di luar badai salju nya tidak mereda malah semakin parah saja . Kyu segera menjalankan mobilnya sebelum mobilnya terjebak karena badai salju. Sesekali Kyu melihat keadaan Nina belakang. Saat Kyu sedang melihat keadaan Nina di belakang, konsentrasi menyetirnya agak terganggu karena Nina sepertinya masih sangat kedinginan. Sampai pada saat mobil yang Kyu kendarai tergelincir karena tebalnya salju dijalan.

Nina POV

Aku merasakan ada gerakan yang tidak wajar pada mobil. Sampai akhirnya aku merasakan bahwa tubuhku tidak dapat dikendalikan dan sesaat kemudian aku sudah terjatuh dari jok mobil yang tadi aku duduki. “argh…”, teriakku kaget. Sontak Kyu yang ada di belakang kemudi menengok ke arahku dengan raut muka khawatir. “Nina? Gwenchana?,” Kyu terlihat terburu-buru dan segera menghampiriku melewati jok depan mobil. Ia segera mengangkat tubuhku yang terjatuh dan mendudukkanku di jok mobil. “aish, anak ini mau membuat jantungku tidak normal apa? Kalau begini caranya aku menjadi sangat berdebar,” runtukku dalam hati. Dan dalam sekejap semburat merah segera menyergap wajahku.

Kyu POV

Argh mobilku tergelincir karena tebalnya salju dijalan. Aku dikagetkan degan sebuah teriakan dari belakang, saat aku melihat ternyata Nina terjatuh dari duduknya. Sontak aku pun segera menghampirinya dan mengangkat tubuhnya untuk duduk kembali di tempatnya semula. “ah, sial.” Gumamku. “waeyo, Kyu?. Kenapa marah sendiri sih?,” tanya Nina heran. “sepertinya kita tidak bisa pulang malam ini. Mobil ini sudah terjebak salju yang semakin tebal di jalanan.” Jelasku padanya. “mwoya? Kita gabisa kemana mana dong? Aish, gimana Kyu?,” teriaknya kaget dan panik.

Akupun segera merogok saku celanaku untuk mengambil ponsel dan segera meminta pertolongan. Tapi tidak bisa. Saat aku melihat kotak bar sinya, ternyata kosong. Nina hanya menatap apa yang ku lakukan dengan muka pucat. Dan sepertinya malam akan semakin dingin saja. Akupun segera menyalakan penghangat di mobil. “Nina, aku mau ngambil sesuatu di bagasi dulu, ini aku nyalahin penghangat sebentar.” Jelaku pada Nina. Nina hanya menganggk sepintas dan kembali memeluk dirinya.

Kyu POV

Ah aku sangat tidak tega melihat Nina menderita seperti itu. Aku segera menyusuri mobilku dan mengambil semua pakaianku yang tersisa di dalam bagasi mobilku. Aku segera membawa pakaianku ke dalam mobil dan segera memakaikannya pada Nina. Tanpa pikir panjang akupun segera memeluk tubuh Nina yang sedang menggigil walau wajahku mulai menamakkan semburat merah dan dadaku serasa bergemuruh hebat saat Nina berada dalam pelukanku. Aku membelai rambutnya dan berkata, “Nina sebaiknya kamu tidur sekarang ya,” ucapku lembut padanya. “Nde,” Ninapun segera memejamkan matanya dan memperdalam pelukannya padaku.

Nina POV

Setelah memakaikan beberapa bajunya padaku, Kyu langsung menarikku kedalam pelukannya dan sangat membuatku kaget. Ia membelai rambutku dan berkata, “Nina sebaiknya kamu tidur sekarang ya,” ucapnya lembut padaku. “Nde,” aku menjawabnya dan segera memejamkan mataku. Tetapi ada dorongan dalam dirik untuk memperdalam pelukannya. “ah, terasa hangat bersama Kyu.” Gumamku dalam hati. Bisa diakui bahwa Kyu memang seorang namja dengan wajah tampan dan imut. Apalagi image nya yang sangat bagus bila di depan para yeoja. Dan yang paling menarik adalah evil smile nya yang sangat menggoda. Tetapi Kyu itu adalah playboy nomer 1 di universitas, malah dia dapat mengalakan Donghae dan Hyukjae oppa yang sangat terkenal buaya daratnya.”

yaha, ini ff buatan teman saya si Rara ini baru part 1nya yang ke 2 nyusulnya aga lamaan ya hehe :p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: