i know i love him but, i know you love him more~ part 3

12 Nov

Mian-mian lanjutannya makin ga karuan hehe, happy reading 🙂

*health center*

*author POV*

Kurasa kakiku selain terluka juga terkilir, dan rasanya sangat sakit tapi tak lebih sakit daripada terkena omelan kim songsaemin -,- kyuhyun berusaha mencarikan perawat untuk mengobati lukaku tapi segera ku cegah dia “kyuhyun-ah tak perlu kau memanggilkan perawat, aku sudah baik baik saja” kataku santai. Awalnya dia terlihat bingung namun aku meyakinkan dia sekali lagi “ sudah lah lebih baik kau mengganti bajumu itu,sepertinya bajumu kotor karena aku tadi,hemm mian kyu merepotkanmu dan kamsahamnida sudah menolongku ” dia pun hanya tersenyum dengan manisnya lalu berlalu keluar ruangan, OMONAAAA~ kanapa dia tampan sekali ketika dia tersenyum tulus seperti itu 0,o aku mungkin yeoja yang beruntung bisa melihat kyu tersenyum seperti itu hihi. Tiba tiba setelah kyuhyun keluar dari ruangan soonkyu pun masuk dan membawakanku secangkir teh hangat

“sudah merasa baikan miyoung-ssi?” tanya soonkyu, “ne..” jawabku sambil minum teh hangat yang di berikan soonkyu tadi. “apa tadi kyu mengobati lukamu?” tanya soonkyu sambil melihat lukaku yang masih kotor belum tersentuh apa apa, “hemm… belum hehe aku takut dia tak bisa mengobatiku”, jawabku asal.  “Baiklah biar aku saja yang mengobatimu” kata soonkyu mencari cari obat merah dan alkohol untuk membersihkan lukaku. “fuh fuh fuh pelan pelan soonkyu perih sekali tau!” bentakku padanya, tapi dia hanya menatapku dan menggelengkan kepalanya. “yaey, selesai” katanya, “gomawo soonkyu,mian tadi aku membentakmu” kataku meminta maaf , soonkyu hanya tertawa kecil lalu menjawab “ne, tak apa aku sudah biasa menghadapimu” katanya sambil tersenyum.

“baiklah sekarang kau istirahat disini, aku akan mengganti bajuku dulu nanti aku panggil kan seseorang untuk menjagamu sementara”.  Pesannya lalu dia pergi meninggalkan ku sendirian di sini, tak lama kemudian seseorang mengetuk pintu ruangan, tok tok tok….

“masuk saja pintunya tidak di kunci” jawabku sedikit aga berteriak. Tiba tiba donghae sudah datang membawakan makanan dan berkata “ miyoung-ssi maaf aku masuk, aku disuruh soonkyu menjagamu sementara, ia sedang mengurus surat izinmu dulu” aku pun menatapnya ia tampak sangat pucat entah mengapa aku ingin menyuruhnya memakan makanan ku namaun aku tau pasti nanti soonkyu akan marah padaku dan donghae karena makanan itu tidak pada tempatnya (?), dengan ragu aku bertanya padanya “ donghae –ahh kau tampaknya pucat sekali,apa kau sakit?”,”ah,anniyo aku tidak apapa miyoung”  kata dongahe dengan senyum mempesonanya ^^. “baiklah kalau begitu,berikan aku makanan itu aku sudah sangat lapar” mintaku dan dia memberiku sepiring makanan

Tak lama kemudian soonkyu datang tapi kali ini tak sendirian melainkan bersama orang lain dan dia adalah…….. CHO KYUHYUN. MWOOO?!!!!! Siapa perusak itu? Kenapa soonkyu membawanya kesini, aku pun yang sedang makan langsung tersedak makanan “uhuk uhuk…..mi….minuuuuuum!” semua tersentak kaget, lalu donghae segera memberiku minum dan bertanya “gwecana miyoung-ah?” sambil menepuk nepuk pundakku, “ne…gwecana” kataku singkat.

*miyoung POV end*

*Kyuhyun POV*

aku tersentak ketika aku dan soonkyu datang ternyata miyoung tak sendirian diruang ini. Tiba tiba ia tersedak makan ketika ia melihat wajahku. MWO?! Ada apa dengan wajahku apa ada yang salah? Pikirku, “uhuk uhuk…..mi….minuuuuuum!” aku ingin membantunya namun donghae sudah mendahuluiku, dengan sigap ia berikan minum itu kepada miyoung dan dia sedikit aga memukul mukul pundak miyoung agar tidak tersedak lagi, sejujurnya aku aga benci melihat adegan itu….tunggu kenapa aku tidak suka donghae menolong miyoung? Apakah aku cemburu padanya ? AIGOOOO apa apaan aku ini kenapa aku menjadi seperti ini sekarang? Apa mungkin benar aku jatuh cinta pada miyoung jujur saja aku sangat senang ketika tadi aku menolong miyoung aku merasa tidak mau melepaskan miyoung dari tanganku, dan seharusnya tadi aku mengobatinya karena ingin menebus kesalahan ku namun kenapa aku begitu mudahnya menuruti kata-kata miyoung.

“hey, kyuhyun-ssi kenapa kau kesini lagi? Tanya miyoung kepadaku. “aku hanya ingin meminta maaf tadi aku tak sempat mengatakannya makanya aku kesini tapi ternyata kau sedang makan ku kira kau sedang sendirian” jawabku, “oh, begitu yasudah aku sudah memaafkan mu sekarang”,” kamshamnida, aku ingin kembli kekelas dulu, apa kau mau ikut donghae-ahh?” tanyaku pada donghae. Belum sempat donghae menjawab miyoung sudah menjawab lebih dulu “sudah donghae kembali kekelas biarkan soonkyu yang menjagaku lagi pula kau belum dapat izin kan?” donghae pun menggangukkan kepalanya. “kalau begitu aku kekelas dulu, permisi” pamitku pada soonkyuu dan miyoung.

*kyuhyun POV end*

*soonkyu POV*

‘miyoung –ah cepat habiskan makanan mu lalu minum obat ini” kataku menyerahkan obat kepada miyoung, “yaaa~ soonkyu aku tidak nafsu makan” katanya manja. “aiiiish kau ini ! malas sekali” bentakku padanya, dia hanya memasang wajah aegyo nya yang membuatku menuruti semua kemauanya. Yaaa! Kadang aku merasa terlalu diper alat olehnya, tapi hanya dia sahabatku satu-satunya yang mengerti semua yang aku punya dan hanya dia yang tau aku an keluargaku.tapi ada satu hal yang aku sembunyikan darinya.  Aku tak sanggup untuk mengakatakannya aku masih takut untuk berbicara kalau aku menyukai CHO KYUHYUN, yaa hanya dia namja yang menarik perhatianku, sebelumnya belum ada seorang pun yang bisa mengalihkanku hatiku. Ya aku baru pertama kali jatuh cinta dan pada cho kyuhyun yang menurut sahabatku ini sangat aneh, menurut miyoung dia aneh karena dia sangat mencintai PSP dan sampai tidak perduli dengan apa yang ada di sekitarnya, tapi ketika dia di kelas dan dalam pelajaran matematika semua keanehan itu menghilang menjadi kejeniusan dia bukan hanya wajahnya yang tampan namun otak yang ia punya juga tampan dan itu yang membuatku menyukainya.

“hyaa! Soonkyu kenapa kau melamun? Ayolahh suapi aku” miyoung mengagetkanku dari lamunanku

“ah shirro! Kau sudah besar makanlah sendiri” tolakku padanya

“hey,kau tega melihat sahabat kesayanganmu ini mati kelaparan?!”

“aiiiish kau ini tadi kau sendiri yang bilang tak nafsu makan kenapa sekarang kau yang memaksaku menyuapimu?” protesku padanya . dia hanya memajukan bibirnya tanda tak setuju dengan perkataanku. “huuuuuh baiklah mana makananmu akan ku saupi”,”asiik” kata miyoung senang,  “tapi, kau harus meminum obat ini” kataku menegaskan, “nee… eomma,hehe” katanya meledek  “MWO??? Apa katamu”,” hahahahah”  tawa miyoung pecah. “yaa! Tak usah tertawa tak ada yang lucu” aku memukul kepala miyoung pelan. “mwo? Kenapa kau memukul huhu” kata miyoung megelus elus kepalanya.” Haha maaf kau sih menjengkelkan” aku pun memeluk sahabatku yang sangat ku sayang ini. Selesai menyuapi miyoung aku pun kembali kekelas dan meninggalkan miyoung yang sedang tertidur.

*bell pulang*

“ miyoung-ah ayo kita pulang”

“emmmh, sudah pulang ya? Ah aku masih mengantuk….hoam” ucap miyoung yang masih memejamkan matanya.

“yaaaa! Ayo cepat bangun bantu aku membersihkan apartemen ku” aku mengoyang goyangkan tubuhnya. “miyoung-aaaah, bangun!” teriakku  di telinganya.

“hyaaa, kau ini pabo ! nanti telingaku rusak tau!” protes miyoung

“ mian,habis kau tak mau bangun” , “baiklah aku bangun, tapi……. mana bisa aku berjalan dengan kaki yang terluka seperti ini?”, omo aku lupa kalau dia sedang sakit. “sebentar aku panggil seseorang dulu” , lalu aku keluar ruangan dan mencari seseorang yang kira kiara ku kenal dan bisa membantuku. Tiba-tiba kyuhyun lewat dengan refleks aku memanggilnya “ kyuhyun-ssi!”

“ne..kau memanggilku?” tanyanya, “yee, bisakah kau membantuku sebentar?”

“hemm(melirik kearah jam tangan) baiklah sebentar saja? Yakin?”

“molla, tergantung hehe” kataku aga malu malu. Didalam hatiku berkata,yaa soonkyu kenapa harus dia yang kamu panggil? Alhasil kau sangat gugup ketika berbicara dengannya. Hhh soonkyu pabo, ah tapi hanya meminta bantuan apa salahnya toh hanya dia yang aku kenal dan mungkin bisa membantuku.”kajja!” ajakku

*ruang health center*

Kreek pintu terbuka, tapi aku melihat miyoung yang tertidur lagi,

“aiiiish, kau ini kenapa tidur lagi?” kataku memarahi miyoung

“emmmmmh,(mengucek matanya) karenan kau lama makanya aku tertidur lagi”

“hhh, dasar tukang tidur! Cepat bangun” aku menarik tubuhnya dan sekarang dia duduk di tempat tidur.

“hemm,kyuhyun tolong bantu aku”, kyuhyun yang sedari tadi memainkan PSPnya. Langsung menoleh dan menyimpan PSPnya di tasnya. Kyuhun membantuku memapah miyoung sampai ke taksi.

“kamsahamnida kyu”, “ne.. “ dan berlalu meninggalkanku.

*di apartemen soonkyu*

“hosh..hosh…kau berat sekali miyoung-ahh”, kataku meletakan miyoung di sofa dan menuju kamarku untuk mengganti seragamku. Selesai menganti seragamku aku segera membersihkan ruang tv yang sangat berantakan akibat ulah miyoung semalam menginap di rumahku. Selama aku membersihkan ruang tv miyoung tertidur lagi.hh mungkin akibat efek obat yang tadi aku berikan,yah untunglah dia tertidur kalau dia terbangun mungkin pekerjaanku tak akan selesai selesai. Setelah mebersihkan ruang tv,dapur dan kamar mandi aku menuju kamar ku.

Kreeek,ku buka pintu kamarku dan ternyata miyoung masih tertidur. “huuh dasar manusia tukang tidur” desahku tak mau membangunkan dirinya. Kadang aku tak tega menggangunya saat tidur, wajahnya sangat polos haha mungkin memang semua orang saat tidur wajahnya menjadi polos :p

“ah aku lupa membeli bahan makanan untuk nanti malam, sebaiknya aku pergi ke swalayan terdekat sekarang sebelum miyoung terbangun” aku pun segera keluar kamarku dan tidak lupa mengambil sweater merah kesayanganku pemberian dari miyoung, sebenarnya bukan pemberian melainkan aku bertukar dengannnya, ia memberikanku sweater ini dan aku memberikan sapu tangan hasil rajutan tanganku sendiri, ya pemberianku emang tak sebanding memberianya padaku namun menurutnya bukan tenteng berapa nilainya tetapi tentang seberapa besarnya ketulusan membuatnya. Miyoung-ahh kau memang sahabatku.

*soonkyu POV end*

*author POV*

Soonkyu pun keluar apartemen, setelah soonkyu pergi tak beberapa lama kemudian miyoung sudah bangun dari tidurnya, “hoooam, sudah berapa lama aku tertidur?” ucap miyoung dan turun dari tempat tidurnya walau pun jalanya masih tertatih tatih namun ia sudah berusaha berjalan, “aissssh sakit sekali, kemana soonkyu? Sepi sekali tempat ini” gerutu miyoung, tak sengaja ia menyengol buku soonkyu hingga terjatuh kelantai “yaaa ceroboh sekali aku ini”, miyoung pun mengambil buku yang terjatuh itu, “apa ini sepertinya soonkyu tak pernah menceritakan buku ini kepadaku” dengan rasa  penasaran yang sangat besar miyoung membuka buku itu perlahan lahan,  “ah tapi ini privacy ssahabatku aku sebagai sahabat yang baik tak boleh seperti ini” ucap miyoung dan menutup buku itu, tapi karena sara penasarannya yang sangat besar akhirnya miyoung membuka dan mulai membacanya

Annyeong, sebenarnya aku tak suka menceritakan kisahku di sebuah tulisan namun karena aku menghargai appaku yang memberikan buku ini maka aku akan sedikit menceritakan kisahku.  Sekarang aku sudah menjadi anak SMA di Nadam Senior High School, aku dan sahabatku miyoung sama sama masik sekolah yang sama haha lucu memang sudah 3tahun bersahabat dengannya sejak kelas 6sd kami memang sangat dekat keluarga kami pun juga begitu bahkan aku menggangap eomma miyoung seperti eommaku, aku sangat senang memiliki sahabat seperti dia wakau kadang aku suka sekali adu mulut denagannya tapi aku tahu itu hanya perbedaan pendapat saja, dia memang seperti anak kecil ketika sedang merengek meminta sesuatu dariku, namun semua itu hilang ketika ia sudah menasihatiku kalau aku melakukan hal yang salah, miyoung dan keluarganya sangat berjasa bagiku, eomma miyoung pernah berkata padaku kalau ia sudah menggagapku seperti anaknya sendiri,dia juga menyayangiku seperti ia menyayangi miyoung, namun kadang aku merasa tidak enak kalua sudah seperti itu kasihan miyoung dia pasti sering di banding bandingkan padahal ia snagt benci di banding bandingkan. Oh yaa aku dan miyoung juga mendapat kelas yang sama, jadi miyoung tak perlu susah payah kerumahku untuk  ia memintaku mengajarinya tugsnya, sekarang ia hanya perlu kerumahku dan menginap di apartemenku untuk mengerjakan tugas tugas, dan untungnya apartemenku dan rumahnya jaraknya sangat dekat, eomma miyoung sudah tahu kemana anaknya jika tidak ada di rumah, pasti ia sedang bermain kerumahku. Pertama kali aku memasuki kelasku aku sangat binggung, untung saja miyoung orang yang supel.

TBC~~~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: